Senin, 29 November 2010

LAPORAN OBSERVASI SD ISLAM TERPADU NIDAUL HIKMAH SALATIGA

LAPORAN OBSERVASI
SD ISLAM TERPADU NIDAUL HIKMAH SALATIGA
Jln. Malditomo No.48 Salatiga



Kelas E :
1. Eka Nursanti ( 292008002 )
2. Irfan Novianto ( 292008098 )
3. Ririn Yunita Sari ( 292008114 )
4. Arry Nugraheni ( 292008130 )
5. Putri Ayu Kusumadewi ( 292008152 )
6. Verena Natania Pratami ( 292008168 )
7. Riza Angga Fauzan ( 292008177 )

PROGRAM STUDI SI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
SALATIGA
2010
i
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan observasi SD Islam Terpadu Nidaul Hikmah, Salatiga ini telah diperiksa dan disetujui pada tanggal………………………………………
bulan………… tahun ……………….






Disetujui Oleh:

Ketua Yayasan Kepala


Ahmad Rokhim, S.Hut Imam Wijayanto, S.Pd. I

Mengetahui,
Dosen Pembimbing


Prof. Dr. Slameto, MPd


ii
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi rahmat,taufik serta hidayahnya kepada kami sehingga penulisan laporan observasi ini dapat berlangsung dengan lancar. Penulis selesaikan untuk memenuhi tugas mata kuliah Profesi Keguruan. Semoga laporan ini memenuhi syarat seperti yang diharapkan.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan laporan ini, oleh karena itu demi kesempurnaannya kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan untuk masa mendatang.
Dalam hal ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Prof.Dr.Slameto,MPd. Selaku Dosen pengampu mata kuliah Manajemen Berbasis Sekolah
2. Semua anggota pengurus Yayasan SD Islam Terpadu Nidaul Hikmah Salatiga yang telah memberi bahan keterangan untuk menulis laporan hasil observasi.
3. Teman-teman yang telah memberikan dukungan kepada kami.

Semua laporan ini dapat bermanfaat bagi kemajuan dan perkembangan orang-orang yang memerlukannya. Semoga Tuhan memberikan berkah kepada orang yang mau memberikan pengetahuannya kepada orang lain yang sangat membutuhkan.

Sekian dan terima kasih, tidak ada yang sempurna kecuali Tuhan Yang Maha Esa.


Penulis,








iii


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL……………………………………………… i
HALAMAN PENGESAHAN…………………………………….. ii
KATA PENGANTAR…………………………………………….. iii
DAFTAR ISI……………………………………………………… iv



BAB I PENDAHULUAN
a. Latar belakang……………………………………….. 1
b. Perumusan Masalah………………………………… 5
c. Tujuan Pengamatan…………………………………. 6
d. Kegunaan Pengamatan…………………………….... 6

BAB II PELAKSANAAN DAN HASIL PENGAMATAN
a. Pengumpulan Data………………………………. 7
b. Analisis Data……………………………………... 17

BAB III PENUTUP
a. Kesimpulan………………………………………. 18
b. Saran……………………………………………… 18








iv




BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Upaya peningkatan mutu pendidikan melalui pendekatan pemberdayaan sekolah dalam mengelola institusinya, telah dilakukan Depdiknas. Baik sebelum otonomi daerah maupun sesudah otonomi daerah. Pada era otonomi daerah muncul program pemberdayaan sekolah melalui Manajemen Berbasis Sekolah ( MBS ). MBS akan terlaksana apabila didukung oleh sumber daya manusia ( SDM ) yang memiliki kemampuan, integritas dan kemauan yang tinggi. Salah satu unsur SDM dimaksud adalah guru, di mana guru merupakan faktor kunci keberhasilan peningkatan mutu pendidikan karena sebagai pengelola proses belajar mengajar bagi siswa.
Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional khususnya pendidikan dasar dan menengah pada setiap jenjang dan satuan pendidikan, antara lain melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kompetensi guru, pengadaan buku dan alat pelajaran, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, dan peningkatan mutu manajemen sekolah. Namun berbagai indikator menunjukkan bahwa, mutu pendidikan masih belum meningkat secara signifikan. Sebagian kecil saja sekolah menunjukkan peningkatan mutu pendidikan yang cukup menggembirakan, namun sebagian besar lainnya masih memprihatinkan.
Dari berbagai pengamatan dan analisis, ada tiga hal pokok yang menyebabkan mutu pendidikan kita tidak mengalami peningkatan secara signifikan.
Pertama, kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan nasional menggunakan pendekatan yang menganggap bahwa apabila semua komponen pendidikan seperti pelatihan guru, pengadaan buku dan alat pelajaran, perbaikan sarana serta prasarana pendidikan lainnya terpenuhi, maka hasil pendidikan yang dikehendaki yaitu mutu pendidikan secara otomatis akan terwujud. Dan yang terjadi tidak demikian, karena hanya memusatkan pada masalah pendidikan dan tidak memperhatikan proses pendidikannya.

1
Kedua, penyelenggaraan pendidikan nasional dilakukan secara birokratik- sentralistik sehingga menempatkan sekolah sebagai penyelenggara pendidikan sangat tergantung pada keputusan birokrasi yang mempunyai jalur yang sangat panjang dan kadang-kadang kebijakan yang dikeluarkan tidak sesuai dengan kondisi setempat. Lebih parah lagi jika sekolah sendiri pasif dalam arti tidak punya kreativitas.
Ketiga, peran serta masyarakat, khususnya orang tua siswa dalam penyelenggaraan pendidikan selama ini sangat minim. Partisipasi masyarakat pada umumnya lebih banyak bersifat dukungan dana, bukan pada proses pendidikan. Sekolah tidak mempertanggungjawabkan hasil pelaksanaan pendidikan kepada masyarakat, khususnya orang tua siswa, sebagai salah satu unsur yang berkepentingan dengan pendidikan.
B. PERUMUSAN MASALAH
Dalam perumusan laporan observasi ini kami banyak mengalami berbagai masalah yang harus dijawab oleh Kepala Sekolah dan Ketua Yayasan SD Islam Terpadu Nidaul Hikmah Salatiga antara lain :
 Wawancara :
1. Visi dan misi sekolah.
2. Struktur organisasi sekolah.
3. Mendeskripsikan MBS yang meliputi :
a. Sejarah
b. Tujuan (umum dan khusus)
c. Manfaaat
d. Motif
4. Konsep dasar MBS :
a. Pengertian MBS
b. Prinsip MBS
c. Karakteristik MBS
d. Fungsi MBS
5. Alasan diterapkannyaMBS ?
6. Arti pentingnya MBS sebagai salah satu strategi peningkatan mutu pendidikan di sekolah ?
2
7. Bagaimana standar pelayanan minimal pendidikan di sekolah ?
8. Contoh model analisis ketercapaian standar minimal pendidikan di SD terpadu?
9. Pendekatan MBS dalam rangka mencapai standar pelayanan minimal pendidikan ?
10. Strategi implementasi MBS ?
11. MBS dan Pengembangan sekolah :
a. Model MBS dalam rangka pengembangan pendidikan di sekolah ?
b. Tahap-tahap perencanaan pengembangan pendidikan di sekolah ?
12. Peran dan partisipasi orangtua dan masyarakat :
a. Seperti apa dan cara membangun peran serta masyarakat dalam mendukung MBS ?
b. Cara-cara membangun peran serta orang tua?
c. Peran dewan pendidikan dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan?
d. Manfaat komunikasi dengan teman sejawat (dewan pendidikan, peran KKG, peran KKKS) dengan komunitas ilmiah?
e. Peran KKKS dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan?
13. Sikap adaptif dan kritis terhadap lingkungan sosial tempat bertugas?
14. Peran dan pengaruh faktor lingkungan terhadap kualitas pendidikan?
15. Organisasi dan manajemen sekolah :
a.Organisasi pendidikan dan sekolah?
b.Manajemen penyelenggaraan program sekolah?
c.Model manajemen organisasi yang dilakukan oleh sekolah?
16. Peran guru dalam manajemen sekolah:
a. Program untuk mengembangkan pendidikan di sekolah dan lingkungan sekitar sekolah?
b. Kegiatan sekolah yang mencerminkan manajemen penyelenggaraan program sekolah yang ideal?
c. Anggaran yang digunakan dalam pembuatan program kegiatan sekolah?


3
17. Perencanaan pendidikan:
a. Masalah-masalah pendidikan SD pada tataran lokal, regional, nasional dan global?
b. Perencanaan pengembangan pendidikan?
c. Visi, misi, tujuan dan sasaran pendidikan?
d. Standar pendidikan?
18. Analisis masalah-masalah pendidikan SD:
a. Tantangan dengan berbagai analisis (SWOT, kekuatan dan kendala)?
b. Perencanaan strategis yang diselenggarakan oleh SD pada tataran lokal, regional, nasional, dan global?
c. Alternatif pemecahan masalah sesuai dan berdasarkan fungsi-fungsi MBS?
19. Penyusunan program pendidikan SD:
a. Penyusunan program dan kegiatan SD?
b. Analisis anggaran pendidikan?
20. Pelaksanaan program pengembangan pendidikan:
a. Pelaksanaan kegiatan pengembangan program pendidikan SD?
b. Penyusunan program pendidikan di SD?

22. Pembelajaran PAKEM
a. konsep dasar pembelajaran PAKEM?
b. strategi pembelajaran PAKEM?
23. Manajemen kelas
a. konsep dasar manajemen kelas?
b. proses manajemen kelas?
c. peran komunikasi dalam manajemen kelas?
4
24. Peningkatan profesionalisme tenaga pendidik
a. Guru sebagai profesi?
b. Peran tenaga pendidik dalam implementasi MBS?
c. Peningkatan profesionalisme guru?
25. Peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan
a. peran tenaga kependidikan dalam implementasi MBS?
b. peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan?
26. Pembelajaran berbasis ICT
a. perkembangan ICT dan dampaknya dalam pendidikan dan pembelajaran?
b. pemanfaatan ICT dalam pembelajaran (PAKEM)?
27. Pengembangan kemampuan profesional guru berbasis ICT
a. pemanfaatan ICT untuk komunikasi?
b. pemanfaatan ICT untuk mengembangkan kemampuan profesional guru?
28. MBS SD terpadu seperti apa?
29. Bagaimana mengelola keberagaman MBS di SD terpadu?
30. Permasalahan apa dalam pengambilan MBS di SD terpadu?
31. kinerja sekolah di SD terpadu?
32. kualitas, efektifitas, produktifitas, efisiensi, inovasi, dan surplus pendanaan sekolah
33. Model MBS di SD terpadu?
34. Apa perbedaan SD terpadu dengan SD negeri ?
35. konsep kegiatan
a. Bagaimana manajemen SD islam terpadu?
b. Bagaimana administrasi SD islam terpadu?
c. Bagaimana organisasi SD islam terpadu?
d. Bagaimana kepemimpinan SD islam terpadu?
5
C.Tujuan Pengamatan
1. Memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Berbasis Sekolah
2. Memenuhi penerapan MBS untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah
3. Mengetahui perkembangan penerapan MBS dalam lingkungan sekolah
4. Mengetahui peran secara efektif dalam MBS dengan orang tua, sesama pendidik dan masyarakat
5. Mengetahui kelemahan dan kelebihan yang terjadi dengan adanya penerapan MBS di sekolah.
6. Mengetahui manajemen, organisasi, administrasi dan kepemimpinan dalam MBS di sekolah.
D. Kegunaan Pengamatan
Kegunaan pengamatan ini dapat dijelaskan sebagai:
1. Bagi penyusun laporan
Penyusun laporan dapat mengetahui secara persis bagaimana MBS diterapkan di SD tersebut.
2. Bagi pembaca laporan
Laporan hasil pengamatan ini merupakan informasi menarik bagi pembaca yang tidak dapat mengetahui secara langsung penerapan MBS di SD IT Nidaul Hikmah Salatiga.
3. Bagi pihak KKPS
Laporan hasil pengamatan ini merupakan masukan berharga bagi pihak SD IT Nidaul Hikmah Salatiga untuk lebih meningkatkan MBS nya .
















BAB 11
PELAKSANAAN DAN HASIL PENGAMATAN

A. Pengumpulan Data
Data yang berhubungan dengan MBS di SD IT Nidaul Hikmah Salatiga diperoleh melalui pengamatan langsung dan melalui wawancara dengan pihak-pihak yang terkait.
1. Ketua Yayasan ( Ahmad Rokhim, S.Hut)
2. Kepala Sekolah ( Imam Wijayanto,SPd.I)

B. Analisis Data
Hasil pengamatan bagaimana MBS diterapkan di sekolah ini dapat dikemukakan sebagai berikut :

1. Visi Misi SD IT Nidaul Hikmah Salatiga
• Visi : Menjadi Sekolah Unggul dan Berkualitas, dengan mengedepankan implementasi nilai-nilai Islam.
• Misi :
a. Mengembangkan bakat dan potensi siswa baik di bidang akademik atau minat bakat, serta penguasaan teknologi Informasi (Aspek IQ).
b. Mengembangkan kemandirian siswa dalam hal keerampilan hidup, strategi belajar, sensitifitas dan responsibilitas, serta managemen diri siswa (Aspek EQ).
c. Mengembangkan watak dan karakter Islami dalam seluruh aspek kehidupan siswa dan elemen sekolah yang lain (Aspek SQ).
d. Mengembangkan profesionalisme dan skill guru, kepala sekolah, dan pengelola sekolah yang lain menuju sekolah yang berkualitas.



7
2. Struktur Organisasi sekolah











3. Mendeskripsikan MBS yang meliputi :
a. Sejarah
Secara Umum :
• Negara Inggris Raya, New Zealand, beberapa negara bagian di Australia, dan Amerika Serikat adalah negara yang pertama kali pada tahun 1970-an telah menerapkan kebijakan MBS dalam agenda pembangunan pendidikannya.
• Pada tahun 1990-an, kebijakan MBS kemudian diadopsi di negara-negara Asia, termasuk wilayah Hongkong, Sri Langka, Korea, Nepal, dan dunia Arab.
• Daerah Eropa Timur, revolusi politik pada tahun 1990-an telah menimbulkan perubahan dalam kebijakan pendidikan, yang kemudian merambat ke daerah Afrika, kawasan latin Amerika, dan negara-negara berkembang lainnya diseluruh dunia.
• Penerapan MBS, baik dinegara maju, apalagi dinegara yang sedang berkembang, mengalami pro dan kontra, dan bahkan dilema.





8
Secara khusus :
Sejarah MBS SD IT Nidaul Hikmah Salatiga
Sebenarnya, MBS sudah diterapkan di SD IT Nidaul Hikmah Salatiga sebelum pemerintah melakukan penyuluhan terhadap sekolah-sekolah untuk menerapkan MBS didalam sekolahan. Semua terlihat wajar dikarenakan dalam bentuk sekolahan swasta pengelolaan segala sesuatu yang berhubungan terhadap keberlangsungan sekolahan itu dilakukan semua oleh pihak sekolahan itu sendiri. Sehingga managemen terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan keberlangsungan hidup sekolah itu harus dilakukan secara mandiri.
b. Tujuan (umum dan khusus)
Tujuan Umum
• Mengembangkan model untuk memberdayakan sekolah melalui pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).
• Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM)
• Peran serta masyarakat (PSM) dalam lingkungan sekolah yang sayang anak (Child-Friendly)
Tujuan Khusus
• Meningkatkan kemampuan personil pendidikan seperti : Guru, Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, anggota Komite Sekolah dan tokoh masyarakat. Dalam manajemen berbasis sekolah untuk meningkatkan kualitas sekolah.
• Meningkatkan personil pendidikan anggota Komite Sekolah dan tokoh masyarakat untuk melaksanakan PAKEM disekolah.
• Meningkatkan peran serta masyarakat termasuk anggota Komite Sekolah, orang tua siswa, dan anggota masyarakat dalam urusan pendidikan, untuk meningkatkan kinerja sekolah.
c. Manfaaat
Manfaat MBS didalam sekolah SDIT
- Guna meningkatkan mutu pendidikan disekolah
- Mewujudnyatakan kemandirian sekolah


9
d. Motif
• Kontrol administratif, kepala sekolah dominan sebagai representasi dari administrasi pendidikan.
• Kontrol professional, pendidik menerima otoritas.
• Kontrol masyarakat, Kelompok masyarakat dan orang tua peserta didik, melalui Komite Sekolah, terlibat dalam kegiatan sekolah.
• Kontrol secara seimbang, orang tua siswa dan kelompok professional (kepala sekolah dan pendidik) saling bekerja sama secara seimbang.
4. Konsep dasar MBS :
a. Pengertian MBS
Manajemen Berbasis Sekolah adalah model pengelolaan sekolah dengan memberikan kewenangan pada tingkat sekolah untuk mengelola sekolahnya sendiri secara langsung
b. Prinsip MBS
• Keterbukaan/ Transparans : dilakukansecaraterbukadengan SDM disekolahdanMasyarakat.
Artinyaterbukadalamhal:
Pengelolaan, Keuangan, Informasi, Kurikulum ProgramSekolah dll.
• Kebersamaan:dalam melaksanakan fungsi managemen sekolah harus dilaksanakan secara bersama (Kolektif) oleh sekolah dan masyarakat.
• Akuntabilitas/ BertanggungJawab:
Bentuk pertanggungjawaban atas keberhasilan program sekolah.
Dapatdipertanggungjawabkan ke masyarakat dan Pemerintah dalam :
-LaporanKegiatan
-LaporanPertanggungjawabanKeuangan(LPJ).







10
c. Karakteristik MBS
a. Kemandirian
Implementasi MBS memungkinkan gagasan dan pemikiran serta sumber daya sekolah yang dapat diolah secara langsung sesuai dengan kebutuhan murid yang dilayani, maka tujuan utama MBS adalah untuk menjamin mutu pembelajaran anak didik/para siswa yang berpijak pada asas siswa. Asas ini mengandung makna yang sangat mendasar, karena kepentingan dan aspirasi stakeholders (terutama orang tua) adalah terciptanya kondisi dan situasi yang kondusif dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah untuk kepentingan prestasi hasil belajar dan kualitas pengembangan pribadi putra dan putrinya. Implikasinya adalah kinerja kepemimpinan sekolah, mutu mengajar, fasilitas sekolah, program-program sekolah dan layanan lainnya di sekolah haruslah ditujukan pada jaminan terwujudnya layanan pembelajaran yang bermutu dan pengembangan pribadi para siswa sesuai dengan yang dicita-citakan.
b. Transparansi dan akuntabilitas
Implementasi MBS merupakan implementasi manajemen sekolah yang ditandai dengan team work dan kebersamaan antara penyelenggara dengan stakeholders. Hal tersebut menuntut adanya transparansi dan akuntabilitas yang terukur kepada stakeholders sebagai pihak yang berkepentingan terhadap penyelenggaraan pendidikan.
c. Partisipasi masyarakat
Kondisi keterlibatan pihak-pihak yang berkepentingan memungkinkan lahirnya keputusan- keputusan yang lebih baik dalam pengelolaan sekolah. MBS pun diharapkan dapat meningkatkan mutu komunikasi di antara berbagai pihak yang berkepentingan, yang meliputi Kantor Dinas Pendidikan setempat, kepala sekolah, guru-guru, orang tua, anggota masyarakat setempat, dan anak didik.


11
d. Peningkatan kesejahteraan
Implementasi MBS antara lain ditandai dengan adanya dewan sekolah yang esensinya berbeda dengan BP3 (Badan Pembantu Penyelenggaraan Pendidikan). Dalam peran dan fungsinya yang berjalan sekarang, kemitraan BP3 terbatas pada aspek-aspek pemenuhan kebutuhan finansial, sarana prasarana sekolah, dan fasilitas pendidikan. Akan tetapi dalam kaitannya dengan upaya peningkatan kesejahteraan personil sekolah, MBS dapat menjadi saran yang penting melalui pemberdayaan dewan sekolah dan optimalisasi kemandirian yang dimiliki sekolah.Sejauh ini, belum ada hasil penelitian yang menunjukkan bahwa implementasi MBS dapat meningkatkan kesejahteraan personil sekolah. Akan tetapi dengan kemandirian yang dimiliki, sekolah dapat melakukan terobosan-terobosan baru yang berimplikasi pada peningkatan kesejahteraan personil sekolah.
e. Peningkatan kualitas sekolah
Untuk sementara ini, hasil-hasil kajian belum koherensi mengenai hubungan yang berarti antara format MBS dengan peningkatan hasil belajar murid, menurunnya angka putus sekolah, meningkatkan partisipasi sekolah (APK/APM), dan mutu disiplin murid. MBS mampu mewujudkan tata kerja yang lebih baik dalam empat hal berikut: 1) meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya dan penugasan staf, 2) meningkatkan profesionalisme guru, 3) munculnya gagasan-gagasan baru dalam implementasi kurikulum, dan 4) meningkatkan mutu. partisipasi kondisi-kondisi tersebut dapat dipandang sebagai hasil antara yang sangat potensial bagi peningkatan kinerja dan hasil belajar murid.
5. Alasan diterapkannya MBS yaitu karena anjuran dari pemerintah, selain itu juga untuk mengetahui perkembangan anak dengan cara mengajarkan kepada siswa SD sehingga akan tercapai kemajuan sekolah secara mandiri dan kemandirian dalam hal administrasi yaitu dalam pengelolaan dana.


12
6. Arti pentingnya MBS yaitu sebagai salah satu strategi peningkatan mutu pendidikan di sekolah yaitu dengan adanya MBS disekolah dalam pelayanan dan pengelolaan pendidikan mengalami banyak keberhasilan salah satu contohnya : sekolah ini banyak diminati semua lapisan masyarakat.
7. Bagaimana standar pelayanan minimal pendidikan di sekolah
Di SD IT Nidaul Hikmah Salatiga belum terakreditasi ( belum diluluskan / baru tahun ini ) jadi semuanya masih SPM.
8. Contoh model analisis ketercapaian standar minimal pendidikan di SD terpadu?
- Ada target-target kurikulum yang dibebankan sekolah.
- Anak dapat mandiri, hafal alqur’an, kemandirian, kerjasama, mempunyai life skills.
9. Pendekatan Seperti apa dan cara membangun peran serta masyarakat dalam mendukung MBS yaitu tidak ada ukuran yang jelas dari pemerintah tidak ada Standar Pelayanan Minimal justru SD belajar tentang Standar Pelayanan. SD pun tidak tahu ukuran yang konkret seperti apa, sekolah diberi kekuasaan untuk memanajemen.
10. Strategi implementasi MBS? Strategi implementasi MBS , seiring Munculnya gagasan MBS ini dipicu oleh ketidakpuasan atau kegerahan para pengelola pendidikan pada level operasional atas keterbatasan kewenangan yang mereka miliki untuk dapat mengelola sekolah secara mandiri. Umumnya dipandang bahwa para kepala sekolah merasa nirdaya karena terperangkap dalam ketergantungan berlebihan terhadap konteks pendidikan. Akibatnya, peran utama mereka sebagai pemimpin pendidikan semakin dikerdilkan dengan rutinitas urusan birokrasi yang menumpulkan kreativitas berinovasi.
11. MBS dan pengembangan sekolah :
a. Model MBS dalam rangka pengembangan pendidikan di sekolah? Model MBS dalam rangka pengembangan pendidikan di sekolah Terpadu yaitu dengan menitik beratkan pada kinerja guru dan melihat situasi dan kondisi jalannya pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik terhadap peserta didik dan model manajemen dan keprofesionalan dalam mengembangkan pendidikan di sekolah.


b. Tahap-tahap perencanaan pengembangan pendidikan di sekolah? Tahap-tahap perencanaan pengembangan pendidikan di sekolah yakni melihat beberapa prinsip yang mendorong terjdinya pengembangan pendidikan yaitu dengan prinsip partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas
12. Peran dan partisipasi orangtua dan masyarakat :
a. Seperti apa dan cara membangun peran serta masyarakat dalam mendukung MBS, yaitu dengan cara adanya kegiatan POMG (Persatuan Orang tua Murid dan Guru) , komite (tokoh masyarakat) hal ini akan mewujudkan usaha bersama untuk mencapai cita – cita bersama.
b. Cara-cara membangun peran serta orang tua, yaitu mengajak orangtua untuk ikut mendukung program – program kegiatan yang diadakan sekolah, contohnya dalam kegiatan POMG dari setiap keterlibatan orangtua, kemudian ikut serta dalam mengawasi tingkat penrkembangan anak.
c. Peran dewan pendidikan dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan, yaitu ikut serta mendukung program – program kegiatan serta memberikan masukan kepada sekolah apabila mengalami kekurangan.
d. Manfaat komunikasi dengan teman sejawat (dewan pendidikan, peran KKG, peran KKKS) dengan komunitas ilmiah. Yaitu memberikan ide – ide guna meningkatkan mutu pendidikan, dapat menampung aspirasi, dengan adanya kerjasama yang baik, maka akan mendukung peningkatan mutu sekolah.
e. Peran KKKS dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, yaitu membantu sekolah dalam kegiatan yang diselenggarakan, mengawasi kinerja sekolah.
13. Sikap adaptif dan kritis terhadap lingkungan sosial tempat bertugas yaitu misalnya ada masalah komite, pihak sekolah, orang tua serta masyarakat tanggap terhadap masalah itu dan semuanya ikut menyelesaikan masalah dengan jalan keluar yang terbaik.
14. Peran dan pengaruh faktor lingkungan terhadap kualitas pendidikan yaitu orang tua, komite sekolah, stake holder, dewan pendidikan, dinas, serta masyarakat. Contohnya : ketika orang tua tidak mendukung visi misi kita ada usaha bersama untuk mendukung. Permasalahan dengan komite posisi harus sejalan dengan sekolah di swasta dalam pendanaan. Pembangunan sekolah kerjasama dengan wali murid serta komite.

13

15. Organisasi dan manajemen sekolah :
a. Organisasi pendidikan dan sekolah yaitu pada bidang pramuka dan keagamaan.
b. Manajemen penyelenggaraan program sekolah yakni pada dasarnya SD terpadu dalam penyelenggaraan program sekolah diselenggarakan dan diatur sepenuhnya oleh pihak sekolah , walaupun juga mendapat masukkan dari pihak pemerintah.
c. Model manajemen organisasi yang dilakukan oleh sekolah. Dalam kaitannya pelaksanaan program pendidikan , manajemen organisasi dalam SD IT merupakan cakupan wadah bagi terlaksananya proses pembelajaran. Model yang ditrerapknannya pun harus sesuai dengan keadaan pendidik dan peserta didik.
16. Peran guru dalam manajemen sekolah :
a. Program untuk mengembangkan pendidikan di sekolah dan lingkungan sekitar sekolah? Yakni memacu pada Program peningkatan pelayanan pendidikan serta peningkatan kerjasama guru dengan lingkungan sekitar seperti sekolah lain, masyarakat serta lembaga pendidikan lain.
b. Kegiatan sekolah yang mencerminkan manajemen penyelenggaraan program sekolah yang ideal? Kegiatan ekstrakurikuler , KBM yang aktif dan efektif, partisipasi pesreta didik dalam pengembangan bakat dan minatnya, serta kegiatan manajemen yang dilakukan oleh guru dan kepala sekolah.
c. Anggaran yang digunakan dalam pembuatan program kegiatan sekolah? Anggaran yang digunakan di SD IT dalam pembuatan program sekolah yaitu di selenggarakan dan diatur oleh pihak sekolah itu sendiri serta dari anggaran orang tua / wali murid.
19. Penyusunan program pendidikan SD :
a. Penyusunan program pendidikan dan kegiatan SD yaitu penyusunan program pendidikan SD yang membuat sekolah untuk mengakomodir pramuka, OSIS, UKS, yang bertanggung jawab yaitu waka kurikulum. Waka kurikulum pendidikan Agama Islam menerapkan nilai-nilai islam pengembangan pendidikan melibatkan lembaga-lembaga lain bekerjasama dengan KWARCOB.

14
b. Analisis anggaran pendidikan yaitu surplus pendanaan mandiri dan rata tidak ada pembeda.
20. Pelaksanaan program pengembangan pendidikan:
a. Pelaksanaan kegiatan pengembangan program pendidikan SD yaitu semua terlibat (guru, orang tua, lembaga-lembaga lain.
Contoh : pramuka SD IT juga mendaftar di kwarcap.
b. Penyusunan program pendidikan di SD yaitu sekolah seperti kepala sekolah, guru, waka kesiswaan, waka kurikulum, waka PAI.
Administrasi dibagi menjadi 4 macam yaitu keuangan, umum, BOS, keuangan sekolah. Kepala sekolah dalam meningkatkan mutu guru seperti workshop.
21. Pembelajaran PAKEM
a. Konsep dasar pembelajaran PAKEM, yaitu di sekolah ini memberikan pembelajaran kepada siswa secara kreatif dengan kontekstual ricing.
b. Strategi pembelajaran PAKEM, contohnya dalam proses pembelajaran IPA materinya tentang mengamati sendiri metamorphosis dari ulat menjadi kupu-kupu secara langsung.
23. manajemen kelas
a. konsep dasar manajemen kelas? Manajemen kelas yaitu proses untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi dalam kelas dengan melakukan kegiatan dari empat fungsi utama yaitu merencanakan (planning), mengorganisasi (organizing), memimpin (leading), dan mengendalikan (controlling).
b. proses manajemen kelas yaitu
c. peran komunikasi dalam manajemen kelas
24. peningkatan profesionalisme tenaga pendidik
a. guru sebagai profesi? Sebagai guru harus memiliki kaedah profesi yaitu Adanya pengetahuan khusus, Adanya kaidah dan standar moral yang tinggi ,Pengabdian pada kepentingan masyarakat, Memerlukan izin khusus, Menjadi anggota dari suatu organisasi profesi
25. peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan?
a. peran tenaga kependidikan dalam implementasi MBS? Peran tenaga kependidikan sangat dperlukan sekali dalam kaitannya dengan pengembangan implementasi MBS yaitu sebagai pengelola , pelaksana, dan pengatur pendidikan.
15
b. peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan? Peningkatan profesionalisme guru yaitu dipandang dari kinerja guru dan pengembangan pendidikan dalam rangka pencapaian tujuan yang lebih baik.
26. pembelajaran berbasis ICT
a. perkembangan ICT dan dampaknya dalam pendidikan dan pembelajaran yaitu
meningkatnya mutu pembelajaran yang kreatif karena didalam pembelajaran membutuhkan perencanaan, penguasaan, dan pelatihan teknologi.
b.pemanfaatan ICT dalam pembelajaran (PAKEM) yaitu di sekolah islam terpadu ini penggunaan computer dimulai dari kelas 3 SD (Ms. Word dasar), kelas 4 SD (Microsoft Word), kelas 5 power point, selanjutnya tahun 2007 menggunakan meda internet.
27. pengembangan kemampuan profesional guru berbasis ICT
a. pemanfaatan ICT untuk komunikasi yaitu sekolah ini mempunyai faximile, telepon.
b. pemanfaatan ICT untuk mengembangkan kemampuan professional guru yaitu guru dituntut untuk menguasai ICT dalam membuat pembelajaran yang kreatif sehingga guru dapat menguasai ICT dengan baik.
28. MBS SD terpadu seperti apa? MBS SD IT dalam rangka pengembangan pendidikan di sekolah Terpadu yaitu dengan menitik beratkan pada kinerja guru dan melihat situasi dan kondisi jalannya pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik terhadap peserta didik dan model manajemen dan keprofesionalan dalam mengembangkan pendidikan di sekolah.
29. Bagaimana mengelola keberagaman MBS di SD terpadu yaitu sekolah memiliki hubungan yang harmonis untuk saling mengetahui visi misi sekolah.
30. permasalahan apa dalam pengambilan keputusan MBS di SD terpadu? Tidak ada masalah , pengambilan keputusan dilakukan dengan kesepakatan bersama, muasyawarah, dan mangambil pendapat yang kongruen.
31. kinerja sekolah di SD terpadu yaitu lancar dan baik karena semua ikut terlibat dan adanya kerjasama dari berbagai pihak untuk memberikan dukungan.
32. kualitas, efektivitas, produktifitas, efisiensi, inovasi, dan surplus pendanaan sekolah yaitu kualitas sekolah cukup memadai dan pendanaan dilakukan secara mandiri.

16
33. model MBS di SD terpadu? Model MBS dalam rangka pengembangan pendidikan di sekolah Terpadu yaitu dengan menitik beratkan pada kinerja guru dan melihat situasi dan kondisi jalannya pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik terhadap peserta didik dan model manajemen dan keprofesionalan dalam mengembangkan pendidikan di sekolah.
34. Apa perbedaan SD terpadu dengan SD negeri yaitu perbedaan terletak di keterpaduannya (dipadukan nilai-nilai islam). Dalam semua pembelajaran dipadukan dengan keterpaduan nilai-nilai islam membentuk akhlak yang baik bagi peserta didik.
35. konsep kegiatan
a. Bagaimana manajemen SD islam terpadu yaitu sudah berjalan baik dan lancar dalam pengelolaannya.
b. bagaimana administrasi SD islam terpadu yaitu dari subsidi yayasan, orang tua, jisfaf (infaq dan shodaqoh) harus transparan dan komunikatif di forum-forum mengelola uang sendiri. Pelaksanaan tidak ada petunjuk sesuai kondisi sekolah.
c. bagaimana kepemimpinan SD islam terpadu yaitu regulasi atau kebijakan penentuan yayasan berkenaan dengan pendidikan sekolah, yayasan dan komite.













17

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Kegiatan observasi MBS di SD Islam Terpadu sangat positif pengaruhnya terhadap perkembangan dan peningkatan kualitas mutu pendidikan khususnya di kota salatiga dan sekitarnya.
2. MBS berperan penting membantu kemandirian sekolah, kinerja komite sekolah serta mampu mengelola peningkatan kinerja kepala sekolah khususnya program manajemen, administrasi, organisasi dan kepemimpinan sekolah.
B. Saran
1. Agar keberhasilan terus tercapai, perlu adanya peningkatan program- program kegiatan.
2. Hendaknya siswa pulang jangan terlalu sore agar siswa dapat memiliki waktu istirahat dan waktu bermain yang cukup. Karena pada sekolah ini siswa pulang pukul 16.00.
3. Perlu peningkatan MBS di SD Terpadu dalam hal kinerja guru dan kerjasama atau sharing dengan sekolah lain.










18

2 komentar: